KONSEP DASAR EVALUASI, PENILAIAN, PENGUKURAN, DAN TES

KONSEP DASAR EVALUASI, PENILAIAN, PENGUKURAN, DAN TES

MAKALAH
Diajukan kepada Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Evaluasi Pembelajaran

DOSEN PENGAMPU:
Dr. Haryanto, M.Pd
DISUSUN OLEH:
IING FARIKHIN (17707251018)
RIANA PUTRI (17707251020)
PROGRAM PASCASARJANA TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2018

Baca Juga Informasi Tentang ISTILAH ISTILAH DI PELAYARAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul: Konsep Dasar Evaluasi, Penilaian, Pengukuran, dan Tes

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran dengan dosen pengampu Dr. Haryanto, M.Pd. Penyusun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.

Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah masih ada kekurangan baik isi maupun penulisannya. Oleh karena itu, penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perkembangan penyempurnaan makalah ini.

Yogyakarta, Februari 2018

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Sampul i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan 2

BAB II PEMBAHASAN 3

A. Konsep Dasar Evaluasi, Penilaian, Pengukuran, dan Tes 3
B. Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran 12
C. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran 18
D. Prinsip-Prinsip Umum Evaluasi 24

BAB III PENUTUP. 27

A. Kesimpulan 27

DAFTAR PUSTAKA. 29

BAB I

PENDAHULUAN

Baca Juga Informasi Tentang Model Rambut Pria Ala Korea

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan sebuah program. Program melibatkan sejumlah komponen yang bekerja sama dalam sebuah proses untuk mencapai tujuan yang diprogramkan, untuk mengetahui apakah penyelengaraan program dapat mencapai tujuanya secara efektif dan efisien, maka perlu dilakukan evaluasi. Untuk itu evaluasi dilakukan atas komponen-komponen dan proses kerjanya sehingga apabila terjadi kegagalan dalam mencapai tujuan dapat ditelusuri komponen dan proses yang menjadi sumber kegagalan.

Mengadakan evaluasi setelah pelaksanaan pembelajaran selesai, merupakan langkah wajib yang dilakukan oleh guru. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan.

Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan peserta didik dan prgorman yang ada, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program.

Evaluasi adalah pengambilan keputusan berdasarkan hasil pengukuran dan standar criteria. Pengukuran dan evaluasi merupakan dua kegiatan yang berkesinambuangan. Evaluasi dilakukan setelah dilakukan pengukuran dan keputusan evaluasi dilakukan berdasarkan hasil pengukuran. Pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran dengan criteria yang ditetapkan. Oleh karena itu terdapat dua kegiatan dalam melakukan evaluasi yaitu melakukan pengukuran dan membuat keputusan dengan membandingkan hasil pengukuran dengan kriterianya.

B. Rumusan Masalah

1. Apa konsep dasar evaluasi, penilaian, pengukuran, dan tes?
2. Apa tujuan dan fungsi evaluasi pembelajaran?
3. Apa ruang lingkup evaluasi pembelajaran?
4. Apa prinsip-prinsip umum evaluasi?

C. Tujuan

1. Mahasiswa dapat memahami konsep dasar evaluasi, penilaian, pengukuran, dan tes.
2. Mahasiswa dapat memahami tujuan dan fungsi evaluasi pembelajaran.
3. Mahasiswa dapat memahami ruang lingkup evaluasi pembelajaran.
4. Mahasiswa dapat memahami prinsip-prinsip umum evaluasi.

Baca Juga Informasi Tentang Europe

BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Dasar Evaluasi, Penilaian, Pengukuran, dan Tes

1. Evaluasi

Mungkin kita pernah atau bahkan sering membaca buku-buku tentang evaluasi yang di dalamnya menjelaskan arti beberapa istilah yang hampir sama tetapi berbeda, seperti evaluasi, penilaian, pengukuran, dan tes. Bahkan bisa jadi kita kebingungan. Apakah perbedaan antara evaluasi pembelajaran dengan penilaian proses dan hasil belajar? Apakah pengukuran dan tes itu sama? Tentu saja istilah-istilah tersebut berbeda satu dengan lainnya, baik ruang lingkup maupun fokus yang dinilai, tetapi mempunyai hubungan yang sangat erat.

Evaluasi lebih luas ruang lingkupnya daripada penilaian, sedangkan penilaian lebih terfokus pada aspek tertentu saja yang merupakan bagian dari ruang lingkup tersebut. Jika hal yang ingin dinilai adalah sistem pembelajaran, maka ruang lingkupnya adalah semua komponen pembelajaran, dan istilah yang tepat untuk menilai sistem pembelajaran adalah evaluasi, bukan penilaian. Jika hal yang ingin dinilai satu atau beberapa bagian/komponen pembelajaran, misalnya hasil belajar, maka istilah yang tepat digunakan adalah penilaian bukan evaluasi. Di samping itu, ada juga istilah pengukuran. Kalau evaluasi dan penilaian bersifat kualitatif, maka pengukuran bersifat kuantitatif (skor/angka) yang diperoleh dengan menggunakan suatu alat ukur atau instrumen. Dalam konteks hasil belajar, alat ukur atau instrumen tersebut dapat berbentuk tes atau non-tes (Zainal, 2014:2).

Dalam sistem pembelajaran (maksudnya pembelajaran sebagai suatu sistem), evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keaktifan pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari evaluasi dapat dijadikan balikan (feed-back) bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan pembelajaran (Zainal, 2014:2).

Evaluasi merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa (the world and merit) dari tujuan yang dicapai, desain, implementasi dan dampak untuk membantu membuat keputusan, membantu pertanggungjawaban dan meningkatkan pemahaman terhadap fenomena. Menurut rumusan tersebut, inti dari evaluasi adalah penyediaan infromasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan (Eko, 2009:3).

Komite Studi Nasional tentang Evaluasi (National Study Committee on Evaluation) dari UCLA (Stark & Thomas, 1994:12) menyatakan bahwa:

Evaluation is the process of ascertaing the decision of concern, selecting apporapriate information, and collecting and analyzing informatioan in order to report summary data useful to decision makers in selecting among alternatives.

Evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan, pengumpulan, analisis dan penyajian informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan serta penyusunan program selanjutnya. Proses yang menentukan sejauh mana tujuan pendidikan dapat dicapai. Menurut Eko (2014:4), dalam pelaksanakan evalusi ada tujuh elemen yang harus dilakukan, yaitu:

a. Penentuan fokus yang akan dievaluasi (focusing the evaluation)
b. Penyusunan desain evaluasi (designing the evaluation)
c. Pengumpulan informasi (collecting information)
d. Analisis dan inteprestasi informasi (analyzing and interpreting)
e. Pembuatan laporan (reporting information)
f. Pengelolaan evaluasi (managing evaluation), dan
g. Evaluasi untuk evaluasi (evaluating evaluation).

Baca Juga Informasi Tentang Basic Statistics China

Dalam pengertian tersebut menunjukkan bahwa dalam melakukan evaluasi, evaluator pada tahap awal harus menentukan fokus yang akan dievaluasi dan desain yang akan digunakan. Hal ini berarti harus ada kejelasan apa yang akan dievaluasi yang secara implisit menenkankan adanya tujuan evaluasi, serta adanya perencanaan bagaimana melaksanakan evaluasi. Selanjutnya, dilakukan pengumpulan data, menganalisis dan membuat interprestasi terhadap data yang terkumpul serta membuat laporan. Selain itu, evaluator juga harus melakukan pengaturan terhadap evaluasi dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan dalam melaksanakan evaluasi secara keseluruhan (Eko, 2014:5).

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan, mendeskripsikan, menginterprestasikan dan menyajikan informasi tentang suatu program untuk dapat digunakan sebagai dasar membuat keputusan, maupun menyusun program selanjutnya. Adapun tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh informasi yang akurat dan objektif tentang suatu program. Informasi tersebut dapat berupa proses pelaksanaan program, dampak/hasil yang dicapai, efisiensi serta pemanfaatan hasil evaluasi yang difokuskan untuk program itu sendiri, yaitu untuk mengambil keputusan apakah dilanjutkan, diperbaiki atau dihentikan. Selain itu, juga digunakan untuk kepentingan penyusunan program berikutnya maupun penyusunan kebijakan yang terkait dengan program (Eko, 2014:6).

Wujud dari hasil evaluasi adalah adanya rekomendasi dari evaluator untuk pengambil keputusan (decision maker). Menurut Anas (2011:22), ada empat kemungkinan kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program, yaitu:

a. Menghentikan program, karena dipandang bahwa program tersebut tidak ada manfaatnya, atau tidak dapat dilaksanakan sebagaimana diharapkan.
b. Merevisi program, karena ada bagian-bagian yang kurang sesuai dengan harapan (terdapat kesalahan tetapi sedikit).
c. Melanjutkan program, karena pelaksanaan program menunjukkan bahwa segala sesuatu sudah berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang bermanfaat.
d. Menyebarkan program (melaksanakan program di tempat lain atau mengulangi lagi di lain waktu), karena program tersebut berhasil dengan baik, maka sangaat baik jika dilaksanakan lagi ditempat dan waktu lain.

Dalam bidang pendidikan ditinjau dari sasarannya, evaluasi ada yang bersifat makro dan ada yang mikro. Evaluasi yang bersifat makro sasarannya adalah program pendidikan, yaitu program yang direncanakan untuk memperbaiki bidang pendidikan. Evaluasi mikro sering digunakan ditingkat kelas. Jadi sasaran evaluasi mikro adalah program pembelajaran di kelas dan yang menjadi penanggung jawabnya adalah guru untuk sekolah atau dosen untuk perguruan tinggi (Daryanto, 2008:2). Guru mempunyai tanggungjawab menyusun dan melaksanakan program pembelajaran di kelas, sedangkan pimpinan sekolah bertanggung untuk mengevaluasi program pembelajaran yang disusun dan dilaksanakan oleh guru.

2. Penilaian

Istilah penilaian merupakan alih bahasa dari istilah assessment. Penilaian adalah suatu kegiatan untuk memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil yang telah dicapai peserta didik. Kata “menyeluruh” mengandung arti bahwa penilaian tidak hanya ditunjukkan pada penguasaan salah satu bidang tertentu saja, tetapi mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai. Selanjutnya, Gronlund mengartikan “penilaian adalah suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis, dan interprestasi informasi/data untuk menentukan sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran. Dari pengertian diatas jelas menunjukkan bahwa penilaian lebih difokuskan pada peserta didik sebagai subjek belajar dan tidak sedikitpun menyinggung komponen-komponen pembelajaran lainnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik dalam rangka membuat keputusan-keputusan berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu. Keputusan yang dimaksud adalah keputusan tentang peserta didik, seperti nilai yang akan diberikan atau juga keputusan tentang kenaikan kelas atau kelulusan (Arifin, 2014:4).

Keputusan tentang peserta didik meliputi juga pengelolaan belajar, penempatan peserta didik sesuai dengan jenjang atau jenis program pendidikan, bimbingan dan konseling, dan menyeleksi peserta didik untuk pendidikan lebih lanjut. Keputusan penilaian terhadap suatu hasil belajar sangat bermanfaat untuk membantu peserta didik merefleksikan apa yang mereka ketahui, bagaimana mereka belajar, dan mendorong tanggung jawab dalam belajar. Keputusan penilaian dapat dibuat oleh guru, sesama peserta didik (peer) atau dirinya sendiri (self-assessment). Pengambilan keputusan perlu menggunakan pertimbangan yang berbeda-beda dan membandingkan hasil penilaian. Pengambilan keputusan harus membimbing peserta didik untuk melakukan perbaikan pencapaian hasil belajar.

Penilaian harus dipandang sebagai salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses dan hasil belajar, bukan hanya sebagai cara yang digunakan untuk menilai hasil belajar. Kegiatan penilaian harus dapat memberikan informasi kepada guru untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya dan membantu peserta didik mencapai perkembangan belajarnya secara optimal. Implikasinya adalah kegiatan penilaian harus digunakan sebagai cara atau teknik untuk mendidik sesuai dengan prinsip pedagogis. Guru harus menyadari bahwa kemajuan belajar peserta didik merupakan salah satu indikator keberhasilannya dalam pembelajaran. Jika sebagian besar peserta didik tidak berhasil dalam belajarnya berarti pula merupakan kegagalan bagi guru itu sendiri (Arifin, 2014:4).

3. Pengukuran

Pengukuran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu. Kata “sesuatu” bisa berarti peserta didik, guru, gedung sekolah, meja belajar, white board, dan sebagainya. Dalam proses pengukuran, tentu guru harus menggunakan alat ukur (tes atau non-tes). Alat ukur tersebut harus standar, yaitu memiliki derajad validitas dan reliabilitas yang tinggi. Dalam bidang pendidikan, psikologi, maupun variabel-variabel sosial lainnya, kegiatan pengukuran biasa nya menggunakan tes.

Pengukuran merupakan proses yang mendeskripsikan performance peserta didik dengan menggunakan suatu skala kuantitatif (system angka) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performance peserta didik tersebut dinyatakan dengan angka-angka (Alwasilah et al.1996). Dapat didefinisan sebagai proses penetapan angka terhadap individu atau karakteristiknya menurut aturan tertentu (Ebel &Frisbie, 1986). Pengukuran adalah usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu hal menurut apa adanya, yang biasanya dinyatakan dalam bilangan. Sedangkan menurut Endang Purwanti (2008:4) pengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya yang dilakukan untuk memberikan angka-angka pada suatu gejala atau peristiwa, atau benda, sehingga hasil pengukuran akan selalu berupa angka.

Dari pendapat ahli beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pengukuran adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menentukan fakta kuantitatif yang disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu sesuai dengan objek yang akan diukur.

4. Tes

Tes merupakan salah satu cara untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung, yaitu melalui respons seseorang terhadap stimulus atau pertanyaan (Djemari, 2008: 67). Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek. Objek ini bisa berupa kemampuan peserta didik, sikap, minat, maupun motivasi. Respons peserta tes terhadap sejumlah pertanyaan menggambarkan kemampuan dalam bidang tertentu. Tes merupakan bagian tersempit dari evaluasi (Eko, 2014:1-2).

Sax (1980) menekankan tes sebagai suatu tugas atau rangkaian tugas. Istilah tugas dapat berbentuk soal atau perintah/suruhan lain yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Hasil kuantitatif ataupun kualitatif dari pelaksanaan tugas itu digunakan untuk menarik kesimpulan-kesimpulan tertentu terhadap seseorang.

Sementara itu, S hamud Hasan (1988) menjelaskan, tes adalah alat pengumpulan data yang dirancang secara khusus. Kekhususan tes dapat terlihat dari konstruksi butir (soal) yang dipergunakan. Rumusan ini lebih terfokus pada tes sebagai alat pengumpulan data. Memang pengumpulan data bukan hanya ada dalam prosedur penelitian, tetapi juga ada dalam prosedur evaluasi. Untuk mengumpulkan data evaluasi tentu orang memerlukan suatu alat, antara lain tes. Tes dapat berupa pertanyaan. Oleh sebab itu, setiap jenis pertanyaan yang dipergunakan, rumusan pertanyaan yang diberikan, pola jawaban yang disediakan atau dirancang harus memenuhi suatu perangkat kriteria yang ketat. Demikian pula waktu yang disediakan untuk menjawab soal-soal serta administrasi penyelenggaraan tes diatur secara khusus pula.

Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa hakikatnya tes adalah suatu alat yang berisi serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau soal-soal yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur aspek perilaku tertentu. Dengan demikian, fungsi tes adalah sebagai alat ukur. Dalam tes prestasi belajar, aspek perilaku yang hendak diukur adalah tingkat kemampuan peserta didik dalam menguasai materi yang telah disampaikan (Arifin, 2014:3).

Sehubung dengan kedua istilah dari evaluasi dan penilaian, secara eksplisit bahwa kedua nya mempunyai persamaan dan perbedaan. Dimana persamaannya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu. Adapun perbedaannya terletak pada konteks penggunaannya. Penilaian (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal, yakni oleh orang-orang yang menjadi bagian atau terlibat dalam sistem yang bersangkutan, seperti guru menilai hasil belajar murid, atau supervisor menilai guru. Baik guru maupun supervisor adalah orang-orang yang menjadi bagian dari sistem pendidikan. Adapun evaluasi digunakan dalam konteks yang lebih luas dan biasanya dilaksanakan secara eksternal, seperti konsultan yang disewa untuk mengevaluasi suatu program atau kurikulum, baik pada level terbatas maupun pada level yang luas.

Evaluasi dan penilaian lebih bersifat kompreherensif yang meliputi pengukuran, sedangkan tes merupakan salah satu alat (instrument) pengukuran. Pengukuran lebih membatasi pada gambaran yang bersifat kuantitatif (angka-angka) tentang kemajuan belajar peserta didik (learning progress), sedangkan evaluasi dan penilaian lebih bersifat kualitatif. Disamping itu, evaluasi dan penilaian pada hakikatnya merupakan suatu proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek. Keputusan penilaian (value judgement) tidak hanya didasarkan pada hasil pengukuran (qualitative description), tetapi dapat pula didasarkan pada hasil pengamatan dan wawancara (quantitative description). (Arifin, 2014:8). Untuk lebih jelasnya, Anda dapat memperhatikan gambar berikut ini:

Baca Juga Informasi Tentang Is Coffee Good for Sore Throats

Gambar 1. Hubungan Evaluasi-Penilaian-Pengukuran dan Tes

Untuk memahami lebih jauh tentang istilah-istilah dalam evaluasi, coba

Anda perhatikan juga ilustrasi berikut ini.

Ibu Euis ingin mengetahui apakah peserta didiknya sudah menguasai kompetensi dasar dalam mata pelajaran Aqidah-Akhlak. Untuk itu, Ibu Euis memberikan tes tertulis dalam bentuk objektif pilihan-ganda sebanyak 50 soal kepada peserta didiknya (artinya Bu Euis sudah menggunaka tes). Selanjutnya, Ibu Euis memeriksa lembar jawaban peserta didik sesuai dengan kunci jawaban, kemudian sesuai dengan rumus tertentu dihitung skor mentahnya. Ternyata, skor mentah yang diperoleh peserta didik sangat bervariasi, ada yang memperoleh skor 25, 36, 44, 47, dan seterusnya (sampai disini sudah terjadi pengukuran). Angka atau skor-skor tersebut tentu belum mempunyai nilai/makna dan arti. Untuk memperoleh nilai dan arti dari setiap skor tersebut, Ibu Euis melakukan pengolahan skor dengan pendekatan PAP. Hasil pengolahan dan penafsiran dalam skala 0 – 10 menunjukkan bahwa skor 25 memperoleh nilai 5 (berarti tidak menguasai), skor 36 memperoleh nilai 6 (berarti cukup menguasai), skor 44 memperoleh nilai 8 (berarti menguasai), dan skor 47 memperoleh nilai 9 (berarti sangat menguasai). Sampai disini sudah terjadi proses penilaian. Ini contoh dalam ruang lingkup hasil belajar. Jika Ibu Euis ingin menilai seluruh komponen pembelajaran (ketercapaian tujuan, keefektifan metode dan media, kinerja guru, dan lain-lain), barulah terjadi kegiatan evaluasi pembelajaran.

Dengan demikian, pengertian evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis, berkelanjutan dan menyeluruh dalam rangka pengendalian, penjaminan dan penetapan kualitas (nilai dan arti) pembelajaran terhadap berbagai komponen pembelajaran, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu, sebagai bentuk pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan pembelajaran. Sedangkan penilaian hasil belajar adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis, berkelanjutan dan menyeluruh dalam rangka pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menilai pencapaian proses dan hasil belajar peserta didik.

Gambar 2. Keterkaitan Evaluasi-Penilaian-Pengukuran dan Tes

Gambar dan ilustrasi di atas menunjukkan bahwa istilah evaluasi, penilaian, pengukuran, dan tes mempuntai arti yang berbeda. Diharapkan semua pihak tidak lagi keliru menggunakan keempat istilah tersebut dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Berdasarkan analisis keempat istilah diatas, maka dalam buku Arifin (2015:9) penulis menggunakan evaluasi, tepatnya evaluasi pembelajaran. Alasannya, agar pembahasan konsep dan teori evaluasi dapat dipahami lebih kompreherensif dan mendalam. Disamping itu, dalam pembelajaran bukan hanya berkenaan dengan komponen prestasi atau hasil belajar saja, tetapi berkaitan dengan semua komponen, antara lain tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, penilaian, guru, peserta didik, lingkungan dan sebagainya.

B. Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran

Dalam penggunaannya, sering terjadi kerancuan antara istilah tujuan dan fungsi. Memang dalam kenyataannya, fungsi evaluasi berkaitan erat dengan tujuan dilakukannya evaluasi, namun hal ini bukan berarti bahwa antara keduanya tidak dapat dibedakan. Perbedaan definisi antara keduanya sebenarnya sudah cukup memberikan alasan mengenai adanya perbedaan tersebut. Tujuan berhubungan dengan sesuatu yang ingin dicapai, sedangkan fungsi merupakan kedudukan dinamis yang dimiliki oleh evaluasi dalam usaha mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran, evaluasi memiliki makna yang dapat ditinjau dari berbagai segi, yaitu sebagai berikut:

Makna bagi siswa: (a) dengan diadakannya evaluasi, maka dapat diketahui tingkat kesiapan siswa, apakah ia sudah sanggup menduduki jenjang pendidikan tertentu atau belum; dan (b) dengan evaluasi ini pula siswa dapat mengetahui sejauh mana hasil yang telah dicapainya dalam mengikuti pelajaran yang telah diberikan oleh guru. Hasil yang diperolehnya ini bisa memuaskan atau tidak memuaskan. Bila siswa memperoleh hasil yang memuaskan, ia akan memiliki motivasi yang cukup besar untuk belajar lebih giat agar bisa mencapai hasil yang lebih baik lagi. Sebaliknya, bila hasilnya tidak memuaskan, ia tentunya akan berusaha agar lain kali hal itu tidak terulang lagi.

Makna bagi guru: (a) dengan hasil evaluasi yang diperoleh, guru dapat mengetahui siswa-siswa mana yang sudah berhak melanjutkan pelajarannya karena sudah berhasil menguasai bahan maupun siswa-siswa yang belum berhasil menguasai bahan; (b) guru dapat mengetahui apakah materi yang diajarkannya sudah tepat bagi siswa, sehingga ia tidak perlu mengadakan perubahan terhadap pengajaran yang akan datang; dan (c) guru akan mengetahui apakah metode yang digunakan sudah tepat atau belum, sehingga ia dapat mempersiapkan metode yang lebih mapan untuk proses pengajaran selanjutnya.

Makna bagi sekolah: (a) hasil evaluasi belajar ini akan merupakan cermin dari kualitas suatu sekolah, dengan mengetahui apakah kondisi belajar yang diciptakan oleh sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum; (b) informasi yang diperoleh dari guru berdasarkan hasil evaluasi mengenai tepat atau tidaknya kurikulum untuk sekolah ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi perencanaan sekolah untuk masa yang akan datang; dan (c) informasi hasil evaluasi ini juga dapat dijadikan sebagai pedoman bagi sekolah mengenai aktivitas yang dilaksanakannya, apakah sudah memenuhi standar atau belum.

Tujuan utama dari suatu kegiatan evaluasi adalah untuk membuat keputusan, sebagaimana yang dikemukakan oleh Tylor bahwa tujuan evaluasi ialah untuk “mengembangkan suatu kebijakan yang bertanggung jawab mengenai pendidikan”. Pophan menyatakan bahwa tujuan evaluasi ialah untuk “membuat keputusan lebih baik”. Mehrens dan Lehmann (2003) mengemukakan pendapatnya bahwa tujuan evaluasi ialah untuk “membantu kita membuat keputusan”. Bahkan jauh sebelumnya, Cronbach sudah secara tegas menyebutkan bawa tujuan evaluasi ialah untuk “membuat keputusan”.

Dalam evaluasi hasil belajar pun menurut Ghani (2006), kita membuat keputusan-keputusan yang merupakan tujuan dari evaluasi itu sendiri. Bila seorang guru mempunyai dua orang siswa pada tingkat yang sama yang memperoleh angka sama pada tes yang sama, maka keputusan yang dapat diambil mengenai kedua hal tersebut belum tentu sama. Di samping keputusan mengenai kemajuan belajar yang bersifat intern, yaitu yang masih erat hubungannya dengan proses pembelajaran, evaluasi juga membuat keputusan-keputusan lainnya mengenai kemajuan siswa. Dari hasil evaluasi ini, guru juga membuat keputusan mengenai kelayakan seorang siswa untuk naik kelas atau tidak.

Berdasarkan nilai yang diperoleh seorang siswa, guru juga dapat memberikan keputusan yang bersifat prediksi. Untuk memutuskan hal ini, seorang guru harus mempertimbangkan secara cermat mengenai hasil belajar yang telah dicapai siswa dalam setiap mata pelajaran. Keputusan lain yang juga tidak kalah penting adalah keputusan yang diambil oleh guru dalam menetapkan bagian mana dari proses pembelajaran yang harus diperbaikinya. Dalam membuat keputusan ini seorang guru harus betul-betul cermat dalam menentukan apakah tujuan pelajaran harus diperbaiki, apakah materi pelajaran harus disederhanakan, apakah proses belajar harus diubah, apakah alat evaluasi yang dipergunakan harus ditulis kembali, dan sebagainya.

Baca Juga Informasi Tentang Rice Productivity

Karena setiap keputusan yang diambil mempunyai implikasi tertentu, maka dalam mengambil keputusan tersebut kita harus hati-hati dan akurat. Seorang guru yang akan membuat keputusan harus menyadari:

1) Mengenai semua alternatif dari keputusan yang ada, artinya seorang guru harus mengetahui berbagai kemungkinan keputusan yang dapat diambil. Semakin banyak kemungkinan, maka keputusan yang diambil semakin baik, walaupun kita menyadari bahwa kita sering tidak mempunyai alternatif lain yang dapat digunakan.
2) Kemungkinan hasil dari keputusan-keputusan yang ada, artinya kita harus mengkaji keuntungan-keuntungan tertentu yang dapat diambil dari setiap keputusan yang dibuat.
3) Kemungkinan-kemungkinan kegunaan dari keputusan tersebut, artinya apabila makna dari keputusan yang kita buat itu tidak menguntungkan, maka sebaiknya kita mencari keputusan lain yang lebih bermakna.

Dengan demikian, tujuan utama dari kegiatan evaluasi adalah untuk membuat keputusan. Dalam hal ini, ada beberapa jenis keputusan, yaitu:

1) Keputusan mengenai kelayakan seorang siswa, yaitu keputusan yang berhubungan dengan siswa, seperti mengenai lulus atau tidaknya, naik kelas atau tidak, harus mengulang pelajaran atau tidak.
2) Keputusan yang bersifat prediksi, yaitu apabila seorang guru memberikan nasihat-nasihat setelah seorang siswa memperoleh kedudukan tertentu dari hasil evaluasi yang dilakukan. Biasanya laporan yang diberikan kepada orang tua siswa dalam bentuk buku rapor merupakan nilai-nilai yang diperoleh seorang siswa dan di dalamnya ada catatan dari guru bahwa siswa tersebut harus belajar lebih giat agar dapat naik kelas atau lulus dalam ujian.
3) Keputusan mengenai penempatan, yaitu apabila guru harus menentukan jurusan studi yang akan dimasuki oleh seorang siswa, apakah ia akan masuk ke jurusan IPA, IPS, atau jurusan yang lainnya.
4) Keputusan untuk menetapkan bagian-bagian mana dari proses pembelajaran yang perlu diperbaiki, yang dalam hal ini seorang guru harus betul-betul cermat dalam menentukan apakah tujuan pelajaran harus diperbaiki, apakah materi pelajaran harus disederhanakan, apakah proses belajar harus diubah, apakah alat evaluasi yang digunakan harus diubah pula, dan sebagainya.

Evaluasi dalam bidang pendidikan pada umumnya dan pembelajaran pada khususnya dapat dilihat dari dua segi, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum, tujuan evaluasi adalah: (a) untuk mengumpulkan data yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau kemajuan yang dialami siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu; (b) untuk memungkinkan para guru menilai aktivitas atau pengalaman mengajar yang telah dilaksanakan; dan (c) untuk mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.

Adapun yang menjadi tujuan khusus dari kegiatan evaluasi adalah: (a) untuk merangsang kegiatan siswa dalam menempuh program pendidikan. Artinya, tanpa adanya evaluasi, maka tidak akan mungkin timbul kegairahan atau rangsangan pada diri siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasinya; (b) untuk mencari dan menentukan faktor-faktor penyebab keberhasilan atau kegagalan siswa dalam mengikuti program pendidikan pada umumnya dan program pembelajaran pada khususnya; (c) untuk memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan, perkembangan, dan bakat siswa yang bersangkutan; (d) untuk memperoleh bahan laporan tentang perkembangan siswa yang diperlukan oleh orang tua siswa dan lembaga pendidikan; dan (e) untuk memperbaiki mutu proses pembelajaran, baik cara belajar siswa maupun metode yang digunakan guru dalam mengajar.

Dengan demikian, tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses pembelajaran adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran pada siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Menurut Suharsimi (2004) dan Mukhtar (2003) tindak lanjut dari kegiatan evaluasi sebagai suatu aktivitas untuk memperoleh informasi yang akurat (cermat) mengenai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran pada siswa merupakan fungsi evaluasi yang masing-masing dapat dilakukan melalui pengadaan tes sebagai berikut:

a. Evaluasi berfungsi sebagai penempatan (placement test)

Evaluasi jenis ini sebaiknya dilaksanakan sebelum siswa mengikuti proses pembelajaran yang permulaan, atau siswa tersebut baru akan mengikuti pendidikan di suatu tingkat tertentu, yaitu pada awal tahun ajaran, untuk mengetahui keadaan siswa tersebut dan mengukur kesiapannya serta tingkat pengetahuan yang telah dicapai sehubungan dengan pelajaran yang akan diikutinya. Dengan tes ini siswa dapat ditempatkan pada posisi yang tepat, berdasarkan bakat, minat, kesanggupan, dan kejadian lainnya, agar ia tidak mengalami hambatan dalam mengikuti setiap program atau bahan yang disajikan. Tes semacam ini dibuat dengan mengacu pada norma, yaitu disebut dengan Tes Acuan Norma atau Norm Reference Test (NRT), yang aspek penilaiannya meliput keadaan fisik, psikis, bakat, kemampuan atau pengetahuan, keterampilan, sikap, dan aspek lain yang dianggap perlu bagi kepentingan pendidikan anak ke depan.

b. Evaluasi berfungsi formatif (formative test)

Evaluasi ini dilakukan di tengah-tengah program pembelajaran, yang bermaksud untuk memantau atau memonitor kemajuan belajar siswa guna memberikan umpan balik (feed back), baik kepada siswa maupun kepada guru. Berdasarkan hasil tes ini, guru dan siswa dapat mengetahui apa yang masih perlu dijelaskan kembali agar materi pelajaran dapat dikuasai dengan baik. Siswa dapat mengetahui bagian mana dari bahan pelajaran yang masih belum dikuasainya agar dapat mengupayakan perbaikannya, sementara guru dapat melihat bagian-bagian mana yang umumnya belum dikuasai siswa sehingga dapat mengupayakan penjelasan yang lebih baik dan luas agar bahan tersebut dapat dikuasai oleh siswa. Tes formati ini pada umumnya mengacu pada kriteria, sehingga disebut Tes Acuan Kriteria atau Criterion Referenced Test (CRT).

c. Evaluasi berfungsi diagnostik (diagnostic test)

Evaluasi jenis ini berfungsi untuk mengetahui masalah-masalah apa yang dialami siswa sehingga ia mendapat kesulitan dalam belajar. Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya guru akan mengetahui kelemahan siswa dan faktor-faktor penyebab terjadinya hal tersebut. Dengan demikian, guru dapat membantu mengatasi kesulitan atau hambatan yang dialami oleh siswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran pada suatu bidang studi atau keseluruhan program pengajaran.

d. Evaluasi berfungsi sumatif (sumative test)

Evaluasi ini biasanya diberikan pada akhir tahun ajaran atau akhir suatu jenjang pendidikan, yang dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Hal ini tentunya tergantung pada berbagai faktor, yaitu faktor guru, siswa, kurikulum, metode mengajar, sarana, dan lain sebagainya. Hal ini dapat diketahui dengan mengadakan evaluasi sumatif (sumative test).

e. Evaluasi berfungsi selektif

Dengan cara mengadakan evaluasi guru mempunya cara untuk mengadakan seleksi atau penempatan terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri mempunyai berbagai tujuan, antara lain: (a) untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu; (b) untuk memilih siswa yang dapat naik kelas atau tingkat berikutnya; (c) untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa; dan (d) untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan lain sebagainya.

f. Evaluasi berfungsi sebagai pengukur keberhasilan

Fungsi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Sebagaimana kita ketahui bahwa keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, metode pembelajaran, kurikulum, sarana, dan sistem administrasi yang berlangsung dalam proses pembelajaran.

Baca Juga Informasi Tentang Can Kids Drink Decaf Coffee

C. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran

Ruang lingkup evaluasi berkaitan dengan cakupan objek evaluasi itu sendiri. Jika objek evaluasi itu tentang pembelajaran, maka semua hal yang berkaitan dengan pembelajaran menjadi ruang lingkup evaluasi pembelajaran. Dalam tulisan ini, ruang lingkup evaluasi pembelajaran akan ditinjau dari berbagai perspektif, yaitu domain hasil belajar, sistem pembelajaran, proses dan hasil belajar. Hal ini dimaksudkan agar guru betul-betul dapat membedakan antara evaluasi pembelajaran dengan penilaian hasil belajar sehingga tidak terjadi kekeliruan atau tumpang tindih dalam penggunaannya.

1. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Domain Hasil Belajar

Menurut Benyamin S. Bloom, dkk (1956) hasil belajar dapat dikelompokkan ke dalam tiga domain, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Setiap domain disusun menjadi beberapa jenjang kemampuan, mulai dari hal yang sederhana sampai dengan hal yang sukar, dan mulai dari hal yang konkrit sampai dengan hal yang abstrak. Adapun rincian domain tersebut adalah sebagai berikut:

a. Domain kognitif (cognitive domain). Domain ini memiliki enam jenjang kemampuan, yaitu:

1) Pengetahuan (knowledge), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk dapat mengenali atau mengetahuai adanya konsep, prinsip, fakta atau istilah tanpa harus mengerti atau dapat menggunakannya. Kata kerja operasional yang dapat digunakan, mengikuti taksonomi bloom.
2) Pemahaman (compreherension), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk memahami atau mengerti tentang materi pelajaran yang disampaikan guru dan dapat memanfaatkannya tanpa harus mengubungkannya dengan hal-hal lain. Kemampuan ini dijabarkan lagi menjadi tiga, yakni menerjemahkan, menafsirkan, dan mengekstrapolasi. Kata kerja operasional yang dapat digunakan, mengikuti taksonomi bloom.
3) Penerapan (application), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode, prinsip, dan teori-teori dalam situasi baru dan konkret. Kata kerja operasional yang dapat digunakan, mengikuti taksonomi bloom.
4) Analisis (analysis), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menguraikan suatu situasi atau keadaan tertentu ke dalam unsur-unsur atau komponene pembentuknya. Kemampuan analisis dikelompokkan menjadi tiga, yaitu analisis unsur, analisis hubungan, dan analisis prinsip-prinsip yang terorganisasi. Kata kerja operasional yang dapat digunakan, mengikuti taksonomi bloom.
5) Sintesis (synthesis), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menghasilkan sesuatu yang baru dengan cara menggabungkan berbagai faktor. Hasil yang diperoleh dapat berupa tulisan, rencana, dan mekanisme. Kata kerja operasional yang dapat digunakan, mengikuti taksonomi bloom.
6) Evaluasi (evaluation), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk dapat mengevaluasi suatu situasi, keadaan, pernyataan atau konsep berdasarkan kriteria tertentu. Hal ini penting dalam evaluasi ini adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga peserta didik mampu mengembangkan kriteria atau patokan untuk mengevaluasi sesuatu. Kata kerja operasional yang dapat digunakan, mengikuti taksonomi bloom.

b. Domain efektif (effevtive domain), yaitu internalisasi sikap yang menunjuk ke arah pertumbuhan batiniah dan terjadi bila peserta didik menjadi sadar tentang nilai yang diterima, kemudian mengambil sikap sehingga menjadi bagian dari dirinya dalam membentuk nilai dan menentukan tingkah laku. Domaian efektif terdiri atas beberapa jenjang kemampuan, yaitu:

1) Kemampuan menerima (receiving), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk peka terhadap eksitensi fenomena atau rangsangan tertentu. Kepekaan ini diawali dengan penyandaran kemampuan untuk menerima dan memperhatikan.
2) Kemampuan menanggapi/menjawab (responding), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk tidak hanya peka pada suatu fenomena, tetapi juga bereaksi terhadap salah satu cara. Penekanannya pada kemauan peserta didik untuk menjawab secara sukarela, membaca tanpa ditugaskan.
3) Menilai (valuing), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menilai suatu objek, fenomena atau tingkah laku tertentu secara konsisten.
4) Organisasi (organization), yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didk untuk menyatukan nilai-nilai yang berbeda, memecahkan masalah, membentuk suatu sistem nilai.

c. Domain psikomotor (psychomotr domain), yaitu kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan gerakan tubuh atau bagian-bagiannya, mulai dari gerakan yang sederhana sampai dengan gerakan yang kompleks.

Berdasarkan taksonomi Bloom di atas, kemampuan peserta didik dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu tingkat tinggi dan tingkat rendah. Kemampuan tingkat rendah terdiri atas pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi, sedangkan kemampuan tingkat tinggi meliputi, analisis, sintesis, evaluasi, dan kreativitas. Dengan demikian, kegiatan peserta didik dalam menghafal termasuk kamampuan tingkat rendah. Dalam hal ini, guru dalam melakukan evaluasi atau penilaian hanya mengukur tingkat kemampuan yang rendah saja melalui paper and pencil test.

2. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Sistem Pembelajaran

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa ruang lingkup evaluasi pemebelajaran hendaknya bertitik tolak dari tujuan evaluasi pembelajaran itu sendiri. Jika tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan sistem pembelajaran, maka ruang lingkup evaluasi pembelajaran adalah:

a. Program pembelajaran, yang meliputi:

1) Tujuan pembelajaran umum atau kompetensi dasar, yaitu target yang harus dikuasai peserta didik dalam setiap pokok bahasan/topik. Kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi tujuan pembelajaran umum atau kompetensi dasar ini adalah keterkaitannya dengan tujuan kurikuler atau standar kompetensi dari setiap bidang studi/mata pelajaran dan tujuan kelembagaan, kejelasan rumusan kompetensi dasar, kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan peserta didik, pengembangannya dalam bentuk hasil belajar atau indikator.
2) Isi/materi pembelajaran, yaitu isi kurikulum yang berupa topik/pokok bahasan dan subtopik/subpokok bahasan beserta perinciannya dalam setiap bidang studi atau mata pelajaran. Isi kurikulum itu memiliki tiga unsur, yaitu logika (pengetahuan benar salah, berdasarkan prosedur keilmuan), etika (baik-buruk), dan estetika (keindahan). Materi pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi enam jenis, yaitu fakta, konsep/teori, prinsip, proses, nilai, dan keterampilan. Kriteria yang digunakan, antara lain: kesesuaiannya dengan kompetensi dasar dan hasil belajar, ruang lingkup materi, urutan logis materi, kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik, waktu yang tersedia dan sebagainya.
3) Metode pembelajaran, yaitu cara guru menyampaikan materi pelajaran. Seperti metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pemecahan masalah, dan sebagianya. Kriteria yang digunakan antara lain: kesesuaiannya dengan kompetensi dasar dan hasil belajar, kesesuaiannya dengan kondisi kelas/sekolah, kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan peserta didik, kemampuan guru dalam menggunakan metode, dan waktu yang tersedia.
4) Media pembelajaran, yaitu alat-alat yang membantu untuk mempermudah guru dalam menyampaikan isi/materi pelajaran. Media dapat dibagi tiga kelompok, yaitu media audio, media visual, dan media audio-visual. Kriteria yang digunakan sama seperti komponen metode.
5) Sumber belajar, yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar. Sumber belajar dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sumber belajar yang dirancang (resources by design) dan sumber belajar yang digunakan (resources by utilization). Kriteria yang digunakan sama seperti komponen metode.
6) Lingkungan, terutama lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga. Kriteria yang digunakan, antara lain: hubungan antara peserta didik dan teman sekleas/sekolah maupun diluar sekolah, guru dan orang tua; serta kondisi keluarga.
7) Penilaian proses dan hasil belajar, baik yang menggunakan tes maupun nontes. Kriteria yang digunakan, antara lain: kesesuaiannya dengan kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator; kesesuaiannya dengan tujuan dan fungsi penilaian, unsur-unsur penting dalam penilaian, aspek-aspek yang dinilai, kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan peserta didik, jenis dan alat penilaian.

b. Proses pelaksanaan pembelajaran meliputi:

1) Kegiatan, yang meliputi jenis kegiatan, prosedur pelaksanaan setiap jenis kegiatan, sarana pendukung, efektivitas dan efisiensi, dan sebagainya.
2) Guru, terutama dalam hal menyampaikan materi, kesulitan-kesulitan guru, mencipatakan suasana pembelajaran yang kondusif, menyiapkan alat-alat dan perlengkapan yang diperlukan, membimbing peserta didik, menggunakan teknik penilaian, menerapkan disiplin kelas, dan sebagainya.
3) Peseta didik, terutama dalam hal peran serta peserta didik dalam kegiatan belajar dan bimbingan, memahami jenis kegiatan, mengerjakan tugas-tugas, perhatian, keaktifan, motivasi, sikap, minat, umpan balik, kesempatan melaksanakan praktik dalam situasi yang nyata, kesulitan belajar, waktu belajar, istirahat, dan sebagainya.

c. Hasil pembelajaran, baik untuk jangka pendek (sesuai dengan pencapaian indikator), jangka menengah (sesuai dengan teraget untuk setiap bidang studi/mata pelajaran), dan jangka panjang (setelah peserta didik terjun ke masyarakat).

3. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Penilaian Proses dan Hasil Belajar

a. Sikap dan kebiasaan, motivasi, minat, bakat, yang meliputi: bagaimana sikap peserta didik terhadap guru, mata pelajaran, orang tua, suasana sekolah, lingkungan metode, media, dan penilaian? Bagaimana sikap peserta didik terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh guru disekolah? Bagaimana peserta didik terhadap tata tertib sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah? Bagaimana motivasi, minat dan bakat peserta didik dalam pelajaran?
b. Pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap bahan pelajaran, yang meliputi: apakah peserta didik sudah mengetahui dan memahami tugas-tugasnya sebagai warga negara, warga masyarakat, warga sekolah, dan sebagainya? Apakah peserta didik sudah mengetahui dan memahami tentang materi yang telah diajarkan? Apakah peserta didik telah mengetahui dan mengerti hukum-hukum atau dalil-dalil dalam suatu mata pelajaran?
c. Kecerdasan peserta didik, yang meliputi: apakah peserta didik sampai taraf tertentu sudah dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam pelajaran? Bagaimana upaya guru meningkatkan kecerdasan peserta didik?
d. Perkembangan jasmani/kesehatan yang meliputi: apakah jasmani peserta didik sudah berkembang secara harmonis? Apakah peserta didik sudah mampu menggunakan anggota-anggota badannya dengan cekatan? Apakah peserta didik sudah memiliki kecakapan dasar dalam olahraga? Apakah prestasi peserta didik dalam olahraga? Apakah prestasi peserta didik dalam olahraga sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan? Apakah peserta sudah dapat membiasakan diri hidup sehat?
e. Keterampilan, yang meliputi: apakah peserta didik sudah terampil membaca, menulis, dan berhitung? Apakah peserta didik sudah terampil menggunakan tangannya untuk menggambar, olahraga, dan sebagainya?

Dengan demikian, hasil belajar merupakan gambaran tentang apa yang harus digali, dipahami, dan dikerjakan peserta didik. hasil belajar ini merefleksikan keluasan, kedalaman, kerumitan dan harus digambarkan secara jelas serta dapat diukur dengan teknik-teknik penilaian tertentu.

Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dan penilaian hasil belajar diatas merupakan aspek-aspek minimal yang harus dievaluasi oleh guru dalam pembelajaran. Aspek-aspek tersebut masih bersifat umum dan global. Oleh karena itu, perlu diperinci lagi sampai pada tingkat operasional dan spesifik sehingga aspek-aspek itu betul-betul dapar diukur dan dapat diamati. Untuk mengukur aspek-aspek tersebut, guru harus membuat instrumen evaluasi atau penilaian secara bervariasi, baik tes maupun non-tes.

D. Prinsip-Prinsip Umum Evaluasi

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam melakukan evaluasi. Betapa pun baiknya prosedur evaluasi yang diikuti dan betapa pun sempurnanya teknik evaluasi yang diterapkan, apabila tidak dipadukan dengan prinsip-prinsip penunjangnya, maka hasilnya akan kurang dari yang diharapkan. Adapun prinsip evaluasi secara umum sebagai berikut:

1. Kontinuitas

Yang dimaksud dengan prinsip ini yaitu bahwa kegiatan evaluasi tidak boleh dilakukan secara insidental karena pembelajaran itu sendiri adalah suatu proses yang terus-menerus. Artinya, evaluasi harus dilakukan secara terus-menerus. Dengan kegaiatan evaluasi yang dilaksanakan secara teratur, terencana, dan terjadwal, maka kemungkinan besar memperoleh informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan dan perkembangan peserta didik dari awal hingga akhir program pembelajaran.

2. Komprehensif

Dalam melakukan evaluasi pada suatu objek, maka harus mengambil seluruh objek itu sebagai bahan evaluasi. Misalnya, jika objek evaluasi itu adalah peserta didik, maka seluurh aspek kepribadian peserta didik itu harus dievaluasi, baik yang menyangkut kognitif, afektif, maupun psikomotor. Begitu juga dengan objek-objek evaluasi yang lainnya.

3. Adil dan objektif

Dalam melaksanakan evaluasi, maka harus berlaku adil tanpa pilih kasih. Artinya, semua peserta didik harus diberlakukan sema tanpa ada perbedaan. Selain itu diharuskan juga bertinda secara objektif, sesuai dengan kondisi peserta didik. Oleh sebab itu evaluasi harus didasarkan pada kenyataan (data dan fakta) yang sebenrnya, bukan hasil dari rekayasa.

4. Kooperatif

Dalam kegiatan evaluasi hendaknya beerja sama dengan semua pihak, misalnya orang tua peserta didik, kepala sekolah, termasuk dengan peserta didiknya itu sendiri. Hal ini dimaksudkan agar semua pihak merasa puas dengan hasil evaluasi, dan pihak-pihak tersebut merasa dihargai.

5. Praktis

Prinsip ini menyatakan bahwa evaluasi yang dilakukan hendaklah sesuatu yang bermanfaat, dan mudah digunakan bagi siapa pun.

Dalam konteks penilaian hasil belajar, Depdiknas (2003) mengemukakan prinsip-prinsip umum penilaian adalah mengukur hasil-hasil belajar yang telah ditentukan dengan jelas dan sesuai dengan kompetensi serta tujuan pembelajaran; mengukur sampel tingkah laku yang representatif dari hasil belajar dan bahan-bahan yang tercakup dalam pengajaran; mencakup jenis-jenis instrumen penilaian yang paling sesuai untuk mengukur hasil belajar yang diinginkan; direncanakan sedemikian rupa agar hasilnya sesuai dengan yang digunakan secara khusus; dibuat dengan reliabilitas yang sebesar-besarnya dan harus ditafsirkan secara hati-hati; dan pakai untuk memperbaiki proses dan hasil belajar.

Di samping itu, guru harus memperhatikan pula hal-hal teknis, antara lain: (1) penilaian hendaknya dirancang sedemikian rupa, sehingga jelas abilitas yang harus dinilai, materi yang akan dinilai, alat penilaian dan interpretasi hasil penilaian, (2) penilaian harus menjadi bagian integral dalam proses pembelajaran, (3) untuk memperoleh hasil yang objektif penilaian harus menggunakan berbagai alat (instrumen), baik yang berbentuk tes maupun non-tes, (4) pemilihan alat penilaian harus sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan, (5) alat penilaian harus mendorong kemampuan penalaran dan kreativitas peserta didik, seperti: tes tertulis esai, tes kinerja, hasil karya peserta didik, proyek, dan portofolio, (6) objek penilaian harus mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai, (7) penilaian harus mengacu kepada prinsip diferensiasi, yaitu memberikan peluang kepada peserta didik untuk menunjukkan apa yang diketahui, apa yang dipahami dan apa yang dapat dilakukan, (8) penilaian tidak bersifat diskriminatif. Artinya, guru harus berlaku adil dan bersikap jujur kepada semua peserta didik, serta bertanggung jawab kepada semua pihak, (9) penilaian harus diikuti dengan tindak lanjut (follow-up), dan (10) penilaian harus berorientasi pada kecakapan hidup dan bersifat mendidik.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pada hakikatnya tes adalah serangkaian tugas yang harus dilakukan atau soal-soal yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur suatu aspek perilaku tertentu. Pengukuran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas daripada sesuatu. Dalam proses pengukuran tentu harus menggunakan alat ukur. Alat ukur tersebut harus standar, yaitu memiliki derajat validitas dan reliabilitas yang tinggi. Penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang berkesinambungan untuk pengumpulan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik dalam rangka membuat keputusan-keputusan berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu. Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) daripada sesuatu, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka mengambil suatu keputusan.

Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses pembelajaran adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran pada siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Adapun evaluasi memiliki beberapa fungsi diantaranya evaluasi berfungsi sebagai penempatan, evaluasi berfungsi formatif, evaluasi berfungsi diagnostic, evaluasi berfungsi sumatif, evaluasi berfungsi selektif, dan evaluasi berfungsi sebagai pengukur keberhasilan.

Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif domain hasil belajar dapat mengikuti pengelompokkan dari Benyamin S.Bloom, dkk (1956) yang membagi hasil belajar menjadi tiga domain, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Setiap domain dibagi lagi menjadi beberapa jenjang kemampuan. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif sistem pembelajaran terdiri atas (1) program pembelajaran, (2) proses pelaksanaan pembelajaran, (3) hasil pembelajaran. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif penilaian proses dan hasil belajar terdiri atas sikap, pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap bahan pelajaran, kecerdasan peserta didik, perkembangan jasmani/kesehatan, dan keterampilan. Selain itu terdapat juga prinsip-prinsip umum evaluasi, diantaranya kontinuitas, komprehensif, adil dan objektif, dan kooperatif.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 2014. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Daryanto, H. 2008. Evaluasi Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta.
Sudaryono. (2012). Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Widoyoko, S., E., P., 2014. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Selecciona tu idioma

https://pakalertpress.com/
https://ilmukomunikasi.uad.ac.id/
https://espotting.com/
https://espanahijos.com/
https://32sing.com/
https://dolmie.com/
https://prime.edu.pk/blogs/
https://topfroosh.com/
https://zmart.hk/
https://techfat.com/
https://shop.drdavidgilpin.com/
https://hotelarjuna.com/
https://venec.mk/
https://russellandcosolicitors.co.uk/
https://blumnico.com/
https://penzonerealty.com/
https://luxuriousrentz.com/
https://gadgeto.gr/
https://myidlyrics.com/
https://javachatpodcast.com/
https://thefarmwifelife.com/
https://essentialblackmedia.com/
https://dominicandreamgirl.com/
https://menstruationstassen-test.com/
https://b4uage.com/
https://kulikovart.ru/
https://vignet.net/
https://foodfusionhk.com/
https://neubau-immobilie-leipzig.de/
https://changelifeorganization.org/
https://famousstoreis.com/
https://preschoolcurriculum.in/
https://elmotorista.com.gt/
https://topproductsbasket.net/
https://ttg.com.ar/
https://cacciamotorworx.com/
https://afelleclothing.com/
https://allindiastrengthwars.in/
https://geze.com.ua/
https://sportmatchcoaching.com/
https://psiquiatraenprovidencia.cl/
https://uvasi.ru/
https://rocherocean.fr/
https://travel.savings.org/
https://theusaage.com/
https://crazytraveldeal.com/
https://vegaviral.com/
https://maxtorcpro.com/
https://losafoods.com/
https://saltandpepperideas.com/
https://mycrimea.online/
https://rusmetgroup.ru/
https://runwithyourheart.site/
https://laidegoldskinclinic.com/
https://fuelpumpexpress.com/
https://flughafen-taxi-muenchen.com/
https://2z25.com/
https://toshow.us/
https://cprnabzino.com/
https://apologetics.ro/
https://puppiesanimals.com/
https://grandkozmetik.mk/
https://afrilandforexboard.com/
https://virtusmurano.com/
https://henyodigital.com/
https://threeriversmedicalgroup.com/
https://skynetsolutions.co.in/
https://chiapow.com/
https://painfulparenting.com/
https://joyasvalldor.com/
https://juliansrecipes.com/
https://flockgear.life/
https://mold.maqopt.com.br/
https://shopmygear.com/
https://richiptv.com/
https://s3webservices.tech/
https://versatilecommunication.com/
https://anhduongcompany.vn/
https://tonyslavin.com/
https://bestcardiologistnashik.in/
https://jeansjourney.us/
https://latisanery.com/
https://svelaluxury.it/
https://texascovid.com/
https://gameofprint.de/
https://dogbecat.com/
https://desingdad.shop/
https://edeyselldigitals.com/
https://currentnewstv.in/
https://lynxlolerservices.co.uk/
https://babycar.in/
https://theonenews.in/
https://inhawellness.com/
https://veganscure.com/
https://evergreenpharmaceuticals.co.uk/
https://proconsultant.tech/
https://bajahighland.com/
https://gailelaine.com/
https://metatoursae.com/
https://processthink.co.uk/
https://toytrucks.com.ph/login/
https://baizelshoecare.co.za/
https://kmh-tea.com/
https://dupsrl.shop/
https://quickbooktravles.com/
https://inland.website/
https://cryptoswaptrade.com/
https://saudepreciosa.com/
https://hiremedubai.com/
https://myartsdesign.ru/
https://huntingsurvivors.com/
https://90s-shop.nl/
https://toffeehousesweets.com/
https://centrogaiaom.com/
https://itn-info.com/
https://amaronilogistics.eu/
https://discimus.com.br/
https://runoved.ru/
https://panmarketllc.com/
https://agapelux.com/
https://goodfix.ir/
https://snaptosign.com/
https://topnotchdealz.net/
https://mundoanimalperu.com/
https://mundoauditivo.com/
https://oncallorganicfood.com/
https://pdfhaifree.com/
https://skyfood.co.uk/
https://saudecomgontijos.site/
https://pickandgofurniture.com/
https://byassa.ma/
https://agelessbeautylaserskinspa.com/
https://theidealseo.com/
https://bangsatangiisuk.co.id/
https://bidkoin.id/
https://binausaha.my.id/
https://dev.iphi.or.id/
https://iphijateng.or.id/
https://iteso.co.id/
https://movieland.id/
https://rblogistics.co.id/
https://sanbuka.co.id/
https://shop2.sanbuka.co.id/
https://dyon.sanbuka.co.id/
https://shop.sanbuka.co.id/
https://zteindonesia.co.id/
https://battleforwhiteclay.org/
https://hugheshistoricdistrict.com/
https://levitation-vancouver.com/
https://roguewoodsupply.com/
https://the912-project.com/
https://urasenkeseattle.org/
https://mail.pagtickets.com.br/
https://lango.id/
https://blogs.astroanupmishrji.com/
https://blogs.epistylar.com/
https://dtp.bengkuluprov.go.id/
https://smkn2jiwan.sch.id/
https://dinkes.gresikkab.go.id/
Slot Thailand
https://versatilecommunication.com/
https://sites.google.com/view/oceania-harvard-sig/about
https://sites.google.com/view/enigmaths/home
https://sites.google.com/view/microdosingpsychedelics/home
https://sites.google.com/view/braddockgrease/home
https://sites.google.com/view/donaldgrasse/home
https://sites.google.com/view/cleanwharfeilkley/home
https://sites.google.com/view/uptownchristmastrees/
https://sites.google.com/view/schev-tempsite/home
https://lewesbonfire2018.blogspot.com/
https://moviemunn.blogspot.com/
https://runopolis.blogspot.com/
https://bestonlinedrugstore.blogspot.com/
https://hambos2novel.blogspot.com/
https://federasty.blogspot.com/
https://business-writer.blogspot.com/
https://changetheagenda.blogspot.com/
https://mschangart.weebly.com/
https://igleceldom.weebly.com/
https://tylercoverdale.weebly.com/
https://compassionatestanford.weebly.com/
https://laurelryohe.weebly.com/
https://uwmicrophiles.weebly.com/
https://roll4rock.weebly.com/
https://travellerchris.weebly.com/
https://gwynllyw.weebly.com/
https://billsantiago.weebly.com/
https://latinocaucus.weebly.com/
https://communitiesconnectingforchildren.weebly.com/
https://redmoonpathways.weebly.com/
https://urangcianjur.weebly.com/
https://vtsbl.weebly.com/
https://rickmountshootingschool.weebly.com/
https://forthamiltoncommunityclub.weebly.com/
https://edsupportgroup.weebly.com/
https://susans-words2.weebly.com/
https://kadiehenderson.weebly.com/
https://parmatours.weebly.com/
https://tractgames.weebly.com/
https://hazratkhateeb-e-azam.weebly.com/
https://financialsupport.weebly.com/
https://debraperrone.weebly.com/
https://barcelonaplanetfilmfestival.weebly.com/
https://aplusc.weebly.com/
demo slot
slot mania
MAHJONG WAYS SENGTOTO
SENGTOTO
EVOSTOTO
EVOS TOTO
jebol togel
mikatoto
Situs Slot Online
mikatoto
kerupuk303
slot depo 10k
Slot Deposit Pulsa 5000
Daftar Slot Online Deposit Via Dana Tanpa Potongan
SLOT BONUS 100% DI DEPAN
Togel Sydney
Data Pengeluaran Toto Macau
KLIK4D
Prediksi Syair Togel Singapore
SLOT 4D HOKI
Toto88
SLOT KAKEK PETIR ZEUS
SITUS SLOT DEPOSIT DANA
Bandar Judi Togel Online Resmi
LIVE DRAW MACAU
LINK ALTERNATIF BO TOGEL
Forum Syair Hk
Toto Macau 5D
KELUARAN DATA HK
Keluaran HK
DATA SGP
SLOT BONUS NEW MEMBER 100
Situs Judi Slot Online
Live Draw SGP
Bocoran RTP Live Slots Tertinggi Saat Ini
Togel Hongkong
Erek erek Mimpi Teman Meninggal
Situs Togel Online Terpercaya Bet 100 Perak
APLIKASI ANGKA TARUHAN HADIAH TERBESAR
Bandar Togel Hadiah 4D 10 Juta Terpercaya
Situs Togel Online 24 Jam
Bandar Togel Terpercaya Aplikasi Bbfs 10 Digit
Bandar Togel Terpercaya Bet 10 Perak Hadiah 10 Juta
Judi Togel Singapura
Bo Togel Terpercaya
Situs Judi Slot88 Gacor Hari Ini Pasti Menang
DATA SDY
Deposit 15 Bonus 25
DEPOSIT 20 BONUS 20
Keluaran HK Malam Hari Ini
Keluaran SGP
LINK DAFTAR SLOT DEMO
Live Draw Cambodia
Result SGP
Pasar Togel Hongkong
POLA SLOT GACOR MAHJONG WAYS 2
Bandar Togel Hongkong
Daftar Situs Slot Gacor Bonus New Member 100 To Kecil Slot Deposit 10ribu
Daftar Situs Toto Terpercaya
Daftar Slot Bonus New Member 100%
Daftar Slot Bonus New Member 100 TO 3X
DEPO 25 BONUS 25
Slot Bonus New Member 100
SLOT DEPO 10K
Situs Bo Togel Terpercaya Deposit Via Ovo 5000
Situs Dengan Game Gacor Terbaik Dan Terpercaya
Situs Slot Online Demo Pragmatic
Situs Slot Online Gacor Hari Ini
Situs Slot Online Paling Gacor Hari Ini
SLOT GACOR GAMPANG MENANG
Togel Hongkong
Data Sgp 201
Live Draw Sydney
Data Keluaran Saigon Lotto
Forum Syair SDY
7 Cream Pemutih Wajah Laris
Apa Aspirasi Karir Anda
Kenapa Kode OTP Tidak Masuk
Cara Menghitung HPP
Legalisir Ijazah Online Apakah Bisa
Cara Mudah Download Video
Bling2 Mod Apk Download Terbaru
Nonton Anime Sub Indo
FIFA Mobile Mod Apk Unlimited Money Download
Kelebihan Iklan Televisi
Cara Transfer DANA ke ShopeePay
ISTILAH ISTILAH DI PELAYARAN
Model Rambut Pria Ala Korea
Europe
Basic Statistics China
Is Coffee Good for Sore Throats?
Rice Productivity
Can Kids Drink Decaf Coffee?
North America
What Is Gran Lungo?
Mr Coffee Troubleshooting
Keurig Coffee Maker Troubleshooting
Starbucks Shaken Espresso
Asia
Other Rice Products
Keurig Won’t Turn On
Climate Change
Rice Production in Australia
Can You Put Milk in a Keurig?
Where Can I Have My Nespresso Machine Serviced?
Cultivated Rice Species
Tea and Coffee Mixed
What happens after harvest?
French Press Coffee Ratio
Menguasai CSS Flexbox Komponen
Sering Merasa Jenuh di Tempat Kerja?
Masakan Pedas Rica Rica Daging Kambing Enak Sedap
Bina Investment ke Paise Kaise Kamaye
Arti Dan Makna Nrimo Ing Pandum Filosofi Jawa
Contoh Surat Kesepakatan Bersama Resmi Secara Hukum
Lima Jenis Marker AR yang Meleburkan Ilusi Fantasi dan Dunia Nyata
Data Visualization adalah Pengertian, Kegunaan dan Tipenya
15 Foto Inspirasi Pernikahan Pedang Pora
Zoom In
Spektakuler Promo Harga Hyundai Palisade Surabaya
Prediksi Togel Hongkong
Kode Syair SDY
Prediksi Jitu HK
Live Draw Cambodia
Syair HK Hari ini
Prediksi Keluaran Cambodia
Prediksi Syair HK
Kode Syair HK
Prediksi Syair SGP
Syair HK
Daftar Bandar Togel Online Terpercaya
Prediksi Hongkong
Prediksi Togel HK
Prediksi Togel Sydney
Prediksi Syair Sydney
Prediksi SGP
Kode Syair HK Hari ini
Prediksi Kentung
Kode Syair SDY
Prediksi Togel SGP
Prediksi Jitu SGP
Kode Syair SGP Hari ini
Prediksi HK Hari ini
Prediksi Togel HK Hari ini
Daftar Situs Toto Terbesar
Prediksi HK
Kode Syair SDY
Syair HK Hari ini
Watching the Browning of America
Sabiduría Pat Mora
Kraken Destroys Zeppelins
Taking Back Chinatown
Ese Güey No Paga That Dude Doesn’t Pay
A Conversation with DREAMer Julio Salgado
Migration is Beautiful
Achebe on Migration and the Reclaiming of Language
Shakira and the Fly
Hollywood’s Golden Gate Girl
Hernandez Mañana Means Heaven
CLR James
Missing Persons
Wallflower
36 Boys
These American Lives
Run of the House
Please Don’t Ask My Name
The Prayer Labyrinth
Data Pengeluaran Togel Cambodia
Data Sgp 2016
Data Hk 6d
Data Sgp 2019
Live Result Kambodia
Data Sgp 2017
Data Pengeluaran Togel Hk 2023
Data Sgp 2015
Data Sgp 2018
Data Macau 4d 2023
Bandar Jaya Togel Hadiah 4D 10 Juta Terpercaya
Mimpi Kode Alam Kejatuhan Kotoran Tikus
Erek Erek Mimpi Jodoh Togel
Tafsir Mimpi Ngunduh Mantu
Erek Erek Mimpi Berkelahi Dengan Kuntilanak
Erek Erek Mimpi Binatangnya Badan Berduri
Tafsir Mimpi Keluar Darah Dari Kemaluan
Erek Erek Mimpi Tabrak Lari
Erek Erek Mimpi Kenanga
Mimpi Kode Alam Binatang Suka Di Lumpur
Erek Erek Mimpi Binatangnya Topeng Monyet
Syair HK Hongkong Mbah Semar
Mimpi Bekerja Di Tempat Lama
Erek Erek Mimpi Rendang
Mimpi Kode Alam Orang Meninggal Hidup Lagi
Erek Erek Mimpi Angka 44
Erek Erek Mimpi Berantem Dengan Teman Kerja
Tafsir Mimpi Melihat Meteor Jatuh
Mimpi Membawa Lembing Atau Tombak Yang Tidak Ada Matanya
Erek Erek Mimpi Gunung Emas
Erek Erek Mimpi Binatangnya Ganti Kulit
Syair SGP Singapura Mbah Semar
Mimpi Kode Alam Gatot Kaca
WA Gb APK Terbaru V17.55
Cara Daftar TikTok Affiliate Tanpa Followers Dan Seller
Xxiii Xxiv Lights Bokeh Full JPG Video Update Museum
150+ Livery Bussid Keren HD, SHD, XHD, SDD Format PNG
WAJIB BAGI SETIAP MUSLIM
Ide Jualan Makanan Ringan Yang Cocok Ala Anak Sekolahan
Tata Cara Sholat Taubat
Esensi Cumlaude dalam Dunia Pendidikan Tinggi
Cara Mudah Cek NPWP dengan NI
Jenis Spray Gun
Prediksi HK Malam Ini
Prediksi Hk Bocoran Angka Jitu
Live Draw HongKonG Pools
Paito Warna Hk Data Hkg
Totobet HK SGP Sidney Hongkong SDY
Aplikasi Menulis Cerita Berbayar
Cara Bikin Nada Dering Wa
Download Higgs Domino Rp X8 Speeder Apk
Contoh Surat Lamaran Kerja PT
Cara Mengatasi Hp Xiaomi Ngeblank
Tips Mudah Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja
Materi Safety Talk
Download WA GB APK WhatsApp Mod
Macam Status Kepesertaan BPJS Kesehatan
Kode Transfer Bank di Indonesia
Fungsi dan Bagian-Bagian pada Email yang Perlu Diketahui
Deskripsi Diri di CV yang Bikin Kamu Dilirik HRD
Listrik Statis sebagai Catasthropic Hazard di Dunia Industri
Contoh Daftar Riwayat Hidup
Mengenal Sistem Operasi
Video Bokeh Full Museum Internet
Simbol Bahan Kimia Beserta Arti
Bahan Kain Cotton Combed 30s
Kelebihan dan Kekurangan Badan Usaha Perseorangan
Mod Bussid Truck
Arti Kedutan Mata Menurut Primbon
4 Aplikasi Chat Ngobrol dengan Bule
Download Higgs Domino RP APK Mod dan Original Terbaru 2023
Cara Menghitung Populasi Tanaman Kelapa Sawit
Harga Pintu Pagar Besi Dorong Minimalis
Medical Check Up
Perbedaan Fungsi Teori Pada Kuantitatif
Contoh CV Menarik Lengkap
Kumpulan Gambar Wallpaper Animasi Bergerak DP BBM Selamat Hari Imlek
Pengertian Flowchart
Pemutar Musik Android
Kenali Tugas Manajer Pemasaran
Rekomendasi Manhwa Indo
Daftar Orang Terkaya di Bali
Belajar Kunci Gitar Untuk Pemula
Gaji 2 Digit Untuk Fresh Graduate
Cara Membalas Email Panggilan Interview
Curriculum Vitae
Anniversary dan Mensiversary
Informasi dalam Buku Besar Akuntansi
Tafsir Mimpi Makan Sate
Erek Erek Mimpi Nenek Moyang
Tafsir Mimpi Pejabat
Erek Erek Mimpi Kopi
Erek Erek Mimpi Babi Ngepet
Tafsir Mimpi Makan Nasi
Tafsir Mimpi Pisau
Erek Erek Mimpi Saudara Meninggal
Tafsir Mimpi Angkat Mayat
Erek Erek Mimpi Maling Ayam
Tafsir Mimpi Telanjang
Tafsir Mimpi Bermain di Taman
Tafsir Mimpi Bertemu 3 Ekor Ular
Erek Erek Mimpi Cicak Makan Kupu Kupu
Erek Erek Mimpi Beli Rokok Di Warung
Tafsir Mimpi Dikejar Tawon
Erek Erek Mimpi Menangkap Burung Lovebird
Tafsir Mimpi Istri Melahirkan
Erek Erek Mimpi Pasang Togel
Tafsir Mimpi Dikasih Ikan Mas
Tafsir Mimpi Kotoran
Tafsir Mimpi Ubi
Tafsir Mimpi Ketemu Almarhum Suami
Tafsir Mimpi Kucing Mencuri Ikan
Tafsir Mimpi Disengat Lebah Tawon
Tafsir Mimpi Toko
Tafsir Mimpi Jatuh Dari Motor
Erek Erek Mimpi Air Dalam Gelas Tumpah
Erek Erek Mimpi Makan Pisang
Erek Erek Mimpi Ayam Bakar
Erek Erek Mimpi Banjir Bandang
slot gacor
Cara Menang Main Slot Gates Of Olympus
Strategi Bermain Mesin Slot Game Online
Agen Sbobet Casino Online
Kumpulan Situs Judi Slot Online Terpercaya
Taktik Cara Bermain Baccarat Agar Menang Terus
Permainan Koprok Online Uang Asli
Agen Sicbo Online Terpercaya
Cara Main Judi Blackjack Online
Situs S128 Sabung Ayam Online
Situs Judi Slot Online Terbesar
Taruhan Bola Online
PREDIKSI TOTO MACAU
Bet168
obat penggugur kandungan
obat aborsi
cytotec
https://slot-thailand.unfangin.ac.id/
https://lisinoprila.net/
https://lib.radenintan.ac.id/js/-/gacorx/
dewalive
Slot Thailand
https://datapusdataru.jatengprov.go.id/pilihpengadilan/star777/
https://datapusdataru.jatengprov.go.id/elementor/asiabet/
https://datapusdataru.jatengprov.go.id/elementor/dewa4d/
https://datapusdataru.jatengprov.go.id/elementor/infini88/
https://datapusdataru.jatengprov.go.id/elementor/hoki88/
https://datapusdataru.jatengprov.go.id/elementor/boss88/
https://lib.radenintan.ac.id/pilihkoleksi/dewahoki/
https://lib.radenintan.ac.id/pilihkoleksi/gacor4d/
https://lib.radenintan.ac.id/pilihkoleksi/dewa4d/
https://bahisseninuyelik.com/
akun pro malaysia
slot gacor 777
SINGASARITOTO
SINGASARITOTO
JUMBOTOTO
MAFIATOTO
KARTUTOTO